Minggu, 02 Oktober 2011

APAKAH MEMBUTUHKAN ?

Seberapa jauh sudah melangkahkan kaki ? hal ini sering menjadi pertanyaan yang berkecamuk disaat diri tidak menemukan jalan dan merasa bahwa diri ini tidak cukup lagi memiliki tenaga untuk bangkit. Dan bagi yang suka membaca sudah tentu kehadiran sebuah wacana yang menegarkan menjadi obatnya- dan yang suka mendengar sudah pasti suara-suara seorang motivator entah itu guru-istri-kekasih-sahabat sebagai penambah tenaga.

Kemunafikan apalagi yang menutupi kita ? Tidakkah ini janggal, cobalah bersandar pada bahumu; Iya BAHUMU - tidak ada lagi yang lebih kuat dari itu- disaat tersentak akan kata-katanya yang menyemangati; suara yang lebut penuh energi itu masuk kedalam diri, semuanyai hanya akan membusuk dan terurai kembali dalam kecemasan.

Hidup ini indah kata orang yang mengenal keindahan dan hidup ini sangat keras bagi orang yang selalu melawan kehidupan, lalu hidup ini seperti apa ?? - tanyai orang yang bingung- dan akan lebih membingungkan disaat ada kata-kata yang memberikan nuansa mudah, namun kembali kita menyeletuk, ah itu mudah dikatakan tapi sangat sulit dijalankan- tahukah kita, kalau segalanya itu akan sulit bila kita sendiri tidak memiliki sedikit pikiran untuk memudahkannya. Masih perlukah buku dan motivator ? Tentulah jawaban ini bukan untuk para pengemis dan pemulung apalagi untuk para penjaja seks dipinggir jalan- yang mereka mengerti adalah hak mereka dalam hidup- mereka tidak akan menjawab tentang apa arti penyemangat- apa itu motivasi- karena mereka hidup didalamnya- seribu kalipun diberikan pertanyaan tentang hak asasi atas perlakukan hidup mereka akan diam- Hak asasi yang mereka inginkan adalah kebebasan- hak bebas untuk menjadi pengemis-pemulung dan penjual tubuh.

Semakin kita terperosok dalam pemaknaan hidup semakin jauh kita akan dibawa kedalam jurang gelap akan asumsi- segala asumsi memasuki pikiran dan segala ketakutan bermunculan- asumsi kita atas hidup yang sedang jauh dari kehormatan- bergelimpang hutang sesekali sembunyi dalam ketakutan karena ketidakmampuan dalam membayarnya- kita hidup dalam asumsi segar- setiap kali kita memeras pikiran untuk memikirkan asumsi-setiap kalipula jawaban yang diharapkan tidak akan bermunculan- lalu secara tidak sengaja jalan spiritual menjadi telaah. Dimulai dari mengingat-ingat dosa- membolak-balik kata karma- menciutkan nyali dan membesarkannya lagi dalam doa serta tidak lupa sesekali mengunjungi seorang agamais yang merupakan tentor - motivator berkedok ayat. Hal ini hanya membawa pada suatu penyerahan baru- PENYERAHAN TOPENG- kita kembali menghiasi wajah kita dengan topeng baru- apakah lebih baik ?? jawaban ini sudah pasti -tidak- kita menjadi orang yang menufik- segalanya tidak terlihat baik dimata mu namun berasumsi kembali bahwa melihat semua baik dimata Tuhan- dan yang ajaibnya tanpa pernah tahu siapa sebenarnya TUhan- Apakah akan mendapatkan cara keluar dari program alam atas nama buruk yang bergelimang hutang ?? TIDAK- kita tetap terpekur dalam nikmat semu-tetap lari dari segala kenyataan namun berpenampilan berbeda karena telah memakai topeng baru- topeng ketuhanan- topeng yang dicari semua mahluk manusia untuk menutupi lisptik yang telah pudar-

Dan saat ini, susunlah kembali wajahmu yang telah terpecah belah-susunlah kembali putaran pikiranmu untuk kembali merenungkan -bahwa- kenikmatan dunia akan segera dicapai- yakinlah pada dirimu sendiri-percayalah pada dirimu sendiri- tidak ada yang dapat membantumu di dunia ini selain dirimu sendiri-melangkahlah lebih tegap dan jangan berteriak karena hanya akan menganggu pendengaran orang lain- diam lah- heninglah- dalam segala gejolak mengabdilah- mengabdilah pada hutangmu- mengabdilah pada kekuranganmu-mengabdilah dengan kemiskinanmu- mengabdilah pada setiap hinaan- setiap cemooh keluarga-ataupun mantan kekasih bahkan mantan istrimu-suamimu mengabdilah- berikan kesehatan pada setiap pengabdianmu- berikan perhatian penuh pada setiap pengabdianmu- dan laksanakan hal ini dengan CINTA KASIH- lepaskan beban berat dipundakmu dan semakin banyak kau lepaskan semakin cepat kau akan dapat menyender pada bahumu sendiri.



tj garing - when sun shine -

KEBEBASAN

Jangan memaksakan pandangan pada orang lain;

Mengapa mereka harus mengikuti anda ? apabila anda selalu mengharapkan didengar, anda sebenarnya melakukan kekerasan. anda hanya dapat melakukan apa yang anda anggap baik, yang terbaik yang anda dapat lakukan pada setiap situasi yang ada. Jangan pernah berharap bahwa dunia ini selalu memahami anda. mengapa dunia harus memahami anda ? siapakah diri anda ?

Biarkan orang lain menikmati kebebasannya, seperti anda menikmati kebebasan anda. apapun yang berlawanan dengan prinsip ini akan merupakan aksi kekerasan. Makan daging adalah kekerasan. Ya, memang begitu. Tetapi berpikirlah sejenak; anda mempunyai bintang-binatang peliharaan dirumah. Anda mempunyai burung yang disangkar. anda mempuyai anjing yang dirantai. anda mempunyai kucing yang kelebihan makan sehingga ia mulai nampak dungu. Anda menyebut ini cinta kasih ? Tidak. anda mengelabui diri anda sendiri. Anda terikat dengan tindakan tidak berprikemanusiaan-kekerasan. merebut kebebasan bergerak, berpikir,dan berkata adalah tindakan kekerasan.

Pahamilah hal ini; merebut kebebasan seseorang. anda jatuh cinta pada seorang gadis, tetapi dia tidak peduli dengan anda. Dia mungkin mencintai orang lain, tetapi bukan anda. Dia mungkin mencintai anjingnya, mencintai kucingnya dan sepatunya, tetapi bukan anda. Anda adalah pengganggu baginya. Dia tidak terpengaruh dengan penampilan anda dan timbunan lemak disekirat perut anda. Tetapi anda bersikeras untuk mendapatkan cintanya. anda berupaya terus menerus sehingga ia jatuh cinta pada anda. anda mengejar dia, anda melakukan segala-galanya untuk menarik perhatiannya. Anda mulai dengan kado valentine. Pada awalnya, anda berpura-pura penuh cinta. Anda tidak meminta apapun. Cinta anda setinggi langit dan sedalam lautan. Dan, saat dia mulai menanggapi , binatang dalam diri anda siap untuk ke tempat tidur dengannya.

Anda menyebut ini Cinta. Bukan. Itu adalah tindakan kejahatan terencana. Mulai dari awal, anda tahu, apa yang anda inginkan hanyalah tubuhnya. kado valentine dan makan malam dan nonoton pertunjukan, semuanya bagaikan investasi bagi anda. ini adalah kekerasan. Sungguh sangat kotor.

Atau mungkin anda adalah type lain. "aku akan mati tanpamu" oh betapa romantisnya. " Jika aku tidak memilikimu, hidup tak akan ada artinya bagiku" dan dia jatuh dalam jebakan. Ini pemerasan. anda dapat memolesnya, memberinya permukaan yang berkilau, tetapi pemerasan tetap pemerasan, tetep juga kotor, tetep juga suatu tindakan kekerasan. Ini kekerasan. Ini bukan cinta kasih; bagaimana cinta kasih dapat menjadi kekerasan?

Anda takut ditolak. Dan, dalam prosesnya, anda mulai berbohong. Anda membohongi diri anda sendiri dan anda membohongi orang lain jug. Hal ini merupakan tindakan dua kali kekerasan. Anda takut untuk memulai. Ketakutan adalah kelemahan. orang yang tanpa kekerasan tidak takut, dia tidak lemah. Jadi, seseorang yang lemah seperti anda tidak pernah mengerti apa itu tanpa kekerasan. Anda membutuhkan orang untuk mendengar anda. Ini merupakan ciri khas orang lemah. ia tidak percaya pada dirinya sendiri; ia akan memaksa orang lain untuk mempercayainya. Hanya dengan cara itu ia dapat memunculkan sedikit rasa percaya diri. anda membohongi tindakan mereka, tindakan anda merupakan tindakan kekerasan kedua.

Pikiran anda mampu menciptakan getaran-getaran negatif yang kuat, sehingga dapat dirasakan bukan hanya oleh anda, tetapi orang lain disekitar anda. Tdak, jangan mencemari lingkungan dengan getaran-getaran kotor anda. para ahli lingkungan harus melakukan penelitian mengenai hal ini.

Seseorang menampar pipi anda dan anda memberikan pipi anda yang lain. Berhentilah sejenak. mengapa anda melakukan hal itu ? karena anda tidak dalam posisi siap membalas ? Jika demikian, janganlah menyebut tindakan ini sebagai perbuatan tanpa kekerasan. anda munafik dan untuk menutupi kelemahan, anda menggunakan filsafat. Jika anda kuat dan nyatanya lebih kuat dari orang yang menampar anda, dan anda tahu betul bahwa tamparan anda akan merobohkannya, lalu jika anda tetap juga memberikan pipi yang lain. barulah anda orang yang tanpa kekerasa. Lebih baik diam. saya anjurkan anda tidak bereaksi. Dia menampar anda. Terimalah. jangan bereaksi. Ikutilah cara anda sendiri. Berikan dia senyum. Jadi kuatlah dulu-cukup kuat untuk membalas pukulan. Dan kemudian. lihatlah apakah anda teteap tanpa kekerasan. kekuatan; berdoalah untuk kekuatan. anda harus menjadi orang kuat. orang lemah tidak mungkin dapat menjalani hidup tanpa kekerasan.
"Bebaskan diri dari ketakuan, dari kelemahan dan kemudian, dari kekerasan".



-=tJ=-
(jreng..sambil denger lagunya anggun-Hanyalah Cinta-)

RUBHEDA

Desiran kehidupan yang menyakitkan membawa seorang bidadari jelita terjatuh ditengah padang kehidupan yang sangat luas; menebak langkah kakinya dan menghitung hingga tidak mampu lagi bersuara. Dalam pekatnya pikiran dan malam mencoba mengartikan seluruh derita yang dimiliki dengan kemampuannya yang saat ini terbatas.

Kembali wajah tertunduk dengan dalam- seakan wajah tidak lagi memiliki keberanian menantang sang rembulan, wajah itu penuh garis-garis kenistaan. Dengan lembut sang kalbu menggenggam pikiran sambil berucap rendah, dapatkah kau saat ini terdiam sejenak, pikiran, selama ini kau telah memberikan nikmat yang membara- nikmat yang tidak pernah habis hingga ketika semua ku sadari itu hanya menjauhkanku dari kebahagiaan.

Pikiran diamlah sejenak-biarkan aku ibumu sang kabu memberikan sedikit kekuatan untuk tubuh ini-kau rasakan bagaimana menggigilnya kulit halus terkena goresan angin ? kau telah tahu betapa perihnya telapak kaki menginjak bara dan onak duri sampai semua tidak mungkin dirasakan ? Bunda kalbu; aku pikiran hanya membawamu pada keinginan; aku mengertikan semua yang ada di dunia ini sebagai aku melihatnya. Sebaik apapun harap yang telah kau utaran aku hanya bisa mengabaikannya, bukan untukku semua ini.

Lihatlah saat ini tubuh kulihat tanpa busana indah-penuh robekkan dan sebagaian kulitnya telah memerah karena sang mentari merabanya. Kulihat sebagian tubuh itu masih mengharapkan dirimu kabu-sebagian lagi telah aku hancurkan dengan segala tipu muslihatku; namun kini aku mengerti semua ini satu adanya-ragamu oh sang bidadari tidaklah secantik kelahiranmu- namun tidaklah sia-sia semua yang telah kau lakukan karena aku telah memberikan dirimu pengetahuan untuk lepas dari semua ini, bidadariku sayang kembalilah bangkit-dan bunda kalbu aku akan berteriak lantang pada rasa malu yang telah lama tertidur dan akupun akan berkata keras pada kepedihan untuk tidak lagi menyaksikan kembang nafsu yang tertidur lama di atas tubuh ini. Kalbu harapmu akan menjadi pelta bagi raga yang telah lama dijamah sang kala; tuntaskan seluruh permaianan jemarinya yang telah membuat raga tidak lagi memiliki keharuman karena tetesan air liur yang tidak lagi mampu ku hapuskan


BY tJ.GarIng

NISANKU

Saat duduk diantara nisan, tidak satupun yang bisa diajak bergurau, semua diam, yang tersisa hanyalah cerita. Cerita yang selalu dikenang dan tidak akan pernah dilupakan oleh sebagian dari kita. Cerita yang menyayat hati tentang kehidupan yang menyakitkan, cerita yang memberikan inspirasi semasa hidupnya yang berpegang teguh pada keyakinan ataupun cerita yang memalukan.

Namun saat semua ditinggalkan semua hanya kenangan. Bahkan adapula yang bukan untuk dikenang namun menjadikan air mata menetes disaat ingatan kembali berseru.

Untuk beberapa saat aku mulai meresapi arti sebuah nisan, tulisan indah sebuah nama kematian.

Telah lama aku berjalan dalam ketidaktahuan dan kematian seakan sangat menakutkan. Untuk siapa semua ini ,? Bahkan terlalu rajin ku menanyakannya hingga jawaban yang telah diberikan Nya padaku seakan hilang ditengah keramaian suara pikiran.

Kematian berikan aku jawaban atas pertanyaan ini,darimana kuburan yang siap menerimaku dan siapa yang akan pantas tumbuh diatasku menjadi ilalang dan rumput liar? Ku tak lagi menanyakan kemana aku setelah kematian. Cerita itu hanya kebodohan pikiranku yang takut kutinggalkan. Kematian selalukah menjadi ketakutan bila akhirnya ku mampu menjawab, bahwa ragaku bukanlah milik kematian, ragaku tidaklah mati. Yang mati itu kematian itu sendiri.

Sampai kini aku menundukkan kepala pada nisan, yang telah menghidupkan kembali setiap kematian. Hidup dan nyata sebagaimana kenyataan yang memberikan jawaban atas indahnya kematian.

Datanglah dan ku masih setia menunggumu, sama seperti aku setia ménantikan saat dilahirkan.