Sabtu, 31 Juli 2010

TEMAN KU YANG BAHAGIA

......... Bahagiakah saya ??.



Berbagai komentar tentang bahagia dari para sahabat,

Diawali dengan suatu filosofi Dede Yasa Warmadewa , memberikan suatu selentingan pada ku, hey! lihat lah jarimu kawan, kau bisa tahu akan semua disana, dimana jari tangan yang menunjuk, 1 jari menunjuk ke luar 3 jari menunjuk diri sendiri. Ini yang dilupakan banyak orang...Orang barat setelah puas dengan kehidupan materialnya mereka merindukan sesuatu. Dan mereka menemukannya kemudian belajar dari orang timur. Sedangkan orang timur yang lupa jati dirinya, yang lebih melihat segi materinya, mereka menuju ke barat. Orang Timur ke Barat... Orang Barat ke Timur....Keseimbangan gerak energi alam, namun sangat disayangkan bagi orang Timur yang pastinya akan terlambat jika tidak memahami luhurnya budaya sendiri yang dikagumi orang Barat. Kata-kata yang sangat global bagi yang masih suka akan suatu harta dan kekayaan sebagai trandseter namun tiada salahnya untuk membuka jari dan menengadah keatas, sambil berseru, ya Tuhan inikah jari yang Kau berikan? Kearah atas atau samping atau bawahkah harus kuarahkan semua jari yang telah menengadah ini ? sudah kah aku akan bahagia dengan ini?, ….Namun disisi lain, Aku, Aku? kata Blossom Baby's Flower , Bagiku bahagia adlh dmna q mcapai keseimbangan..., keseimbangan? Bahagia? Dmana? Ditempat yang sangat seimbang? diantara atau ditengah? dimanapun sahabat!, serunya. Tapi,… Comex Agustine berbisik lirih, sahabat!, Jangan keliru membedakan kebahagiaan dengan kesenangan. Kesenangan berkaitan dengan indra dan bisa terlihat seperti kebahagiaan, namun tidak memiliki arti. Kebahagiaan, sebaliknya, memiliki arti dan sering kali dirasakan walaupun berada dalam kondisi eksternal yang negatif. Kebahagiaan bersifat stabil dan tetap. Kesenangan ibarat bonus dalam kehidupan, tetapi kebahagiaan adalah sebuah keharusan. Kata-kata yang indah dan mengingatkan ku, jika indra inipun punya waktu untuk menikmati semua yang aku anggap kebahagiaan dan ternyata itu hanya sebuah kebahagiaan semu. Aku merasakan ada yang belum aku mengerti, ya sesuatu, -ya- bagaimana kebahagiaanku dengan baju agama ku ? adakah yang menjabarkannya ? adakah ini semu ? senyuman Arby Yasa memunculkan identitas kebahagiaan, sahabat; KEBAHAGIAAN adalah kata sifat yang berkaitan dengan suasana hati.
baik kebahagiaan Matrial maupun kebahagiaan Spiritual. semua kebahagiaan bersifat semu, karena kita masih terikat dengan Karma phala dan Samshara. selagi kita belum dapat menghilangkan kemelekatan tersebut, maka belum akan menjumpai kebahagiaan sejati. Ini kah jawaban atas bungkusan agama atas kebahagiaan, sangat mudah namun sangat sulit dijalankan kataku .. kembali dia berkata ringan, Yaahh kebahagiaan semu juga lumayan, dari pada gak kebagian bahagia...!... Hehaahaaaa…. Akupun tertawa bahagia, ternyata kata yang tertera pendek mampu membuat kebahagiaan pada diriku lewat tawa aku merasakannya.

Sahabat, kata Agung Pambudi katentreman lan kebahagiaan iku dumunung ono ing ROSO lan ROSO iku duwekepribadine atine dewe dewe.KATENTREMAN iku ora wujud hananging keno di RASAk ake,tegese(ONO NANGING ORA ONO/ORA ONO NANGING ONO). Aku lama merenung akan kata-kata ini, yang aku dapatkan Roso Ing Sepi, menep kah ? diam dan rasakan seperti aliran Sungai Bengawan solo, -ya- aku mulai bisa merasakan jika arti tentrem dan sentausa itulah kuncinya. Namun sudah kah semua ini membuat ku diam tak lagi merenung? Satu kehidupan mengidamkan kasih seperti layaknya kebahagiaan dikala embun tersapu oleh hangatnya sang mentari, itukah yang namanya cinta ? itukah yang namanya kasih ? lalu aku yang belum mencintai dan dicintai bahagiakah ?
Segusar itukah kau sahabat? kataHarry Partono, dengarkan Kebahagiaan unsurnya adalah; cinta kasih. Kesejahteraan unsurnya : bahagia, aman, nyaman, tentram. Jaman dulu, hidup masih mengandalkan alam langsung. Sehingga hidup jauh dari matrialis.Jaman kini, alam sudah tidak bersabat lagi, karena ulah serakah manusia sendiri. Sehingga hidup tdk lagi bergantung dengan alam, tapi hidup bergantung pd nilai-nilai materi yg diciptakan oleh manusia sendiri. Disitulah akal lebih berkuasa dari pada hati. Mas Garing, itulah yg jadi keprihatinan kita. Bila keseimbangan tetap tidak tercapai, apa yg akan terjadi ? Kayaknya kita butuh hening, unt menyerap alam keseimbangan.
Hey jangan berhenti sampai disitu sahabatku, Aku; Ida Bagus Adnyana, Kebahagiaan, khan ? Mungkin perlu di tambahin lagi satu mata pelajarannya dan juga guru-guru khusus di siapkan untuk mendidik bagaimana kita menjadi bahagia. Kalau kita mau jujur mengakui dan mau membuka hati dgn melihat fakta2 bahwa yang membahagiakan di negara kita adlh Uang/materi walau di tutupi dgn kata Tuhan namun kebanyakan menyembahNya hanya utk memperoleh lbh bnyk uang/materi. Kebetulan saya sering berinteraksi dgn orang2 barat, maaf bukannya saya kebarat-baratan..tp saya jg tdk bisa menipu diri saya sendiri dan membanggakan konsep2 yg blm bisa di wujudnyatakan dlm realita konkret. kalau di bidang relationship sy kalah ama mrk, hubungan/persahabatan adlh hal yg membahagiakan Bagi mrk stlh kesehatan. Mrk sedikit punya tmn tp kualitas persahabatannya luar biasa. Dan ada bnyk fakta/laku nyata mrk yg mau sy ungkapkan lg tp itu sj cukup. Konon kebahagiaan itu ada di dalam diri dan erat sekali hubungannya dengan sikap mental dan suasana pikiran meresponse kondisi di luar diri. Ada bnyk attitude yg bisa di praktekkan utk mengalami kebahagiaan. Ada bnyk konsep2 yg di bagi oleh... para bijaksana yg sdh memiliki kebagiaan itu. Namun kalau kita lihat pitutur2 yg ada di bumi nusantara ini saya bisa mengatakan terlalu bnyk jumlahnya dan mungkin krn saking banyaknya jd bingung pake yang mana ya?..dan blm sempat memilih salah satunya sdh keburu tertarik dgn konsep2 import dan terbawa arus semakin jauh dgn sumber kebahagiaan itu sendiri. Mungkin secara teori kita hebat namun K0 dalam medan laga shg kita, bertekuk lutut dan pasrah di bawah mitos tentang kebahagiaan itu sendiri. Kenapakah itu terjadi?...mari kita tanya pd rumput yg bergoyang kata Ebiet. Logikanya kita hanya bisa memberi atau membagi apa yang sudah kita miliki. Mari kita mulat sarira/interospeksi diri, buka mata, pikiran dan hati kita, menanyakan apa yg sdh dpt kita/komunitas/bangsa ini bagi/beri?...kebahagiaan?...kedamaian?....kesejahteraan?...keadilan?....kebebasan atau lain-lain?....setiap penyakit ada sebabnya, dari input keluar output. Maaf ini penyakit yg tersimpan di bawah sadar yg bicara. Dan bagi yang sudah memiliki kebahagiaan. May the joy be with you always. Pengalaman yang ditawarkan inipun kembali membuatku terdiam, pengalaman yang sangat indah, pengalaman yang diceritakan menjadi sebuah suara “kesadaran” dan mampu mengambil hikmah dari setiap ayat yang tersirat, Tj Garing semoga lah kita tidak menemukan mitos akan kebahagiaan, Krn yg aku punya adalah "hati sbagai hamba"..jd aku bahagia klo bs hdp sprti yg DIA 'mau' dlm hdpku. Dan bs mjd berkat bg orang lain. Sahut Maria Pertiwi, menyadarkan lamunan ku. Belum beranjak segala ingatanku sebuah suara lembut milik Ayu Ida Rachmawati berkata ;suksma bli....bukan sekedar pencerahan tapi sebuah sentilan,bukan sekedar sentilan tapi cambukan...luar biasaaa.....semoga bisa menjadi lbh baik utk diriku... Aku pun kembali tersenyum, inilah dia sebuah pola kata ku dalam hati iya Tawa, Senyum semua tanpa beban sudah sampaikah aku akan arti bahagia ?
Tj Sahabat Ku, masih kah semua berlanjut dan menjadi perkara bagimu kata Budianto Hendry, dengan senyum yang kas dia berkata; Bahagia.....bahagia.....bahagiakah saya??????????
Kebahagiaan umum yg diminati oleh kebanyakan orang , meliputi pemuasan hasrat atau keinginan. Ini adalah pengertian khas dari kebahagiaan. Ada 4 mcm kebahagiaan yg dpt dimiliki oleh orang biasa [ bukan selibat ] yg menikmati kegembiraan setiap saat dan bila ada kesempatan.
Ke 4 hal ini adalah;1. KEBAHAGIAAN karena MEMILIKI, 2. KEBAHAGIAAN karena KEKAYAAN,3. KEBAHAGIAAN karena TIDAK BERHUTANG, 4. KEBAHAGIAAN karena TIDAK BERBUAT SALAH‎ Bagaikan sebuah pencerahan kembali Budianto Hendry menjelaskan Bak seorang Taghata dengan muka bersinar, karena ingin agar aku tidak terbelunggu dengan perkara akan arti bahagia. Dia melanjutkan kembali …-Nah-,… Yg di mksd KEBAHAGIAAN karena MEMILIKI adalah, bila seseorang memiliki kekayaan yg diperoleh dgn kerja keras dan cerdas, dgn kekuatan tangan dan cucuran keringat serta secara halal. Klu ia berpikir hal ini, ia akan merasa PUAS dan BAHAGIA.. 2. Yg di mksd KEBAHAGIAAN karena KEKAYAAN adalah; apabila seseorang yg memiliki kekayaan yg didapatkannya secara halal, dan dgn kekayaannya itu, ia banyak melakukan kebaikan dgn bijaksana. Dan klu ia berpikir tentang hal ini, ia akan merasa PUAS dan BAHAGIA…3. Yg di mksd KEBAHAGIAAN karena TIDAK BERHUTANG adalah; mengenai hal ini, apabila seseorang tdk mempunyai hutang , besar ataupun kecil kpd siapa pun. Klu ia berpikir tentang hal ini, ia akan merasa PUAS dan BAHAGIA, 4. Yg di mksd KEBAHAGIAAN karena TIDAK BERBUAT SALAH adalh; mengenai hal ini seseorang akan diberkahi karena perbuatan Benar serta Bijaksana yg dilakukannya dgn badan jasmani, ucapan dan pikiran. Dan bila ia berpikir tentang hal ini, ia akan merasa PUAS dan BAHAGIA. Sambil menepuk pundakku dia pun berkata pahamilah sahabat, sumua ini aku paparkan agar kau tidak lagi bingung atas arti sebuah kebahagiaan, … Tapi- sahut ku, tidak kah itu sangat mudah bagimu dan sangat susah bagi ku ? atau aku yang sangat terhimpit oleh permainan pikiranku ? Bung Nekad yang memang selalu aja tanpa permisi dengan gayanyanya yang khas berkata saya hanya tahu satu hal dan ini adalah prinsop hidup saya, "bukanlah kita hidup untuk menelusuri kebahagiaan, tetapi adalah sebaliknya ; adalah kita harus bahagia menelusuri kehidupan" Apakah saat ini saya bahagia? 99% ya... –wah- hanya 1 % yang tidak bahagia, sungguh jujur, ketidak sempurnaan itulah hal yang alami dalam diri manusia, 1 % pun bias merubah 99%, mungkinkah ? ada kah kenyataan seperti itu ? Hey…. Arjun Surya Visvadeva Kuntiya, berikanlah tanggapan mu, kau yang biasanya selalu bicara tapi saat ini tiada pernah ku dengar lagi kata-kata mu , Baiklah sahabat menurut –Ku- Hidup intinya adalah mencari kebahagiaan, namun selalu saja kita dihadapan antara dua realitas, kebahagiaan dan kesedihan selalu menghampiri, kala kita mencapai suatu kebahagiaan pun kita musti memilih antara 2, kebahagiaan rohani dan kebahagiaan duniawi atau indriawi namun 90% dari kita lebih memilih duniawi atau indriawi, dan berharap itu akan abadi nanti.. Ho…Ho… Tj,mengapa kau rangkai semua kata-kata koment ini ? kata Ping Setiadi Yap, lihatlah aku, kamu bisa simpan kata-kata ku ini, Hidupku adalah untuk mencari makna.. Hidup yg bermaknalah yg membahagiakan.. Apakah aku sudah mendapatkannya?..;)

Aku pun kembali tersenyum, iya hanya dengan inilah aku bisa merasakan bahagia, ya aku bahagia karena Tempat untuk berbahagia itu ada disini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia.



================================ ****===================================
To All Of My Friend, Tengkiyu yang terdalam, tiada lagi yang bisa saya ucapkan hanya sebuah tulisan inilah yang dapat saya persembahkan, semoga dapat memjadikan kalian bahagia.

Akhir kata, Inilah Bahagia….

2 komentar:

Tj. Garing mengatakan...

Komentar pada catatan di FB.. :)

Cikgu Shaza mengatakan...

Bahagia akan hadiar jika kita sabar berusaha dan terus istiqamah