Sabtu, 01 Oktober 2011

HAL YANG TIDAK DIKETAHUI WANITA TENTANG PRIA

Mengerti pasangan kita adalah suatu hal yang wajib. kadar untuk mengerti pasangan, sama dengan kadar mengerti diri kita sendiri. Ketika seorang pria ingin mengerti wanita, maka ia harus berani meluangkan waktu yang lebih. Butuh sebuah keikhlasan, namun anda tidak akan pernah rugi ketika mampu mengerti pasangan. dan Tahukah anda Pengorbanan Seorang Pria Yang Kadang Tidak anda Diketahui.

1. Seorang anak laki – laki, dengan uang jajan seadanya. Diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah.
    • (wanita) kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya? dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan – jalan di hari minggu nanti. mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,..lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : ” duh,.. sori ni kaya nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi… maap “duuaarrrr,.. kamu udah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki – laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.  
    2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,
    •  (wanita) ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,..
      lalu engkau menjawab
      ” duh rambut gw rusak nih,…”
      ” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas tau ”
      ” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? “
      mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit.
     3. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan.
      • (wanita) tau pepatah ini gak?” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam “Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..  
       
      4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..
        • (wanita) ” mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU “
         
        Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA ini hanya untuk bahan renungan wanita saja dan memang tidak semua wanita seperti ini kok.


        Minggu, 25 September 2011

        HANTARKAN CINTA KU

        Biarkan angin sepoi2 segar berhembus menujumu
        mengirim gejolak dan cinta hatiku

        Mendekatlah padaku, 
        kekasihku datanglah disamping ku
        dan biarkan aku mengobati rasa rinduku padamu

        Aku datang ke tempat ini hanya untuk melihat mu
        karena dalam jiwaku yang lemah ini 
        aku bisa mendapatkan kekuatan baru
        dalam menghadapi hidup darimu

        Hal yg paling indah adalah 
        bahwa kau dan aku slalu berjalan bersama
        bergandeng tangan dalam keindahan dunia ini
        tanpa diketahui orang lain.

        Kesetiaan tak akan memiliki makna apapun 
        jika tidak dirangkai dalam cinta
        sebab cinta itu sendiri wujud kesetiaan yang paling sejati

        Kebanyakan seseorang hanya bisa meminjam hati orang lain
        hanya sedikit yang memilikinya
        jika engkau ingin memiliki, 
        engkau tak boleh menuntut


        Realitas seseorang bukan apa yang tampak di hadapanmu
        tapi apa yang tak bisa ia perlihatkan padamu
        oleh karenanya jika kau ingin memahami
        dengarkan apa yang tak terucap olehnya
        bukan mendengarkan apa yang ia katakan

        Jika kau tak memahami dia atas segala kondisinya
        kau tak akan pernah bisa memahaminya

        PELEPASAN ATAU PELARIAN ?

        TIDAK, yang anda sebut dengan pelepasan itu tidak lengkap. Anda dalam ketakutan. Anda belum mantap dalam berpijak. Anda pikir bahwa anda spiritual dan kemudian anda takut bahwa materi disekitar anda mungkin mengganggu jalan spiritualitas anda. Anda bayangkan, anda damai dalam diri anda sendiri dan anda takut bahwa materi disekitar anda mungkin mengganggu kedamaian pikiran anda. 

        Pelepasan anda dilahirkan dari ketakutan. anda kunci diri anda didalam kamar anda pergi ke hutan dan menyepi. Dunia mungkin mempengaruhi anda, anda takut akan ini. Anda takut keramaian. Ini bukan sanyas atau pelepasan, bukan semadi atau meditasi. Manusia yang selalu hidup dalam kesadaran tidak pernah ketakutan. Seorang yang telah melepaskan diri akan melihat roh dibalik semua materi. Dia tidak melihat lainnya. Dia hanya melepaskan dirinya dari kesadaran materi. Dia tidak akan melarikan diri dari dunia, dia akan menikmatinya. Dia akan menjalani kehidupan sepenuhnya, karena sekarang dia telah melampaui keduanya, materi dan roh. 

        Biarkan dunia mencap dia sebagai materialis; lalu kenapa? yang lain mungkin menyebutnya spiritualis, bukan menjadi masalah besar juga. Biarkan dunia mengacau-balaukan, tapi anda seyogyanya tidak terpengaruh. Apa yang dipikirkan orang lain tentang anda, mungkin atau mungkin juga tidak mencerminkan gambaran anda sebenarnya, diri anda sebenarnya-anda tidak perlu perduli dengannya, dengan opini orang lain tentang diri anda. 

        Inilah kemudian pelepasan sebenarnya. Jujur lah Terhadap Diri Anda Sendiri.   

        BELAJAR TANPA AIR MATA

        Keberhasilan dan kegagalan. keduanya bagaikan sisi yang tak terpisahkan dari satu mata uang logam yang sama. Kita tidak dapat memilih satu sisi saja. bayangkan satu coin hanya dengan satu sisi. Apa nilainya ? Mungkin daya tarik bagi para kolektor, tetapi tetap tidak memiliki nilai nominal. Orang awam tidak akan menghargainya. kolektor yang tidak tertarik dengan koleksi mata uang, tidak akan menghargainya pula. Misalnya kolektor prangko. Dia tidak akan tertarik sama sekali. Apabila pengalaman kita terbatas pada satu sisi kehidupan, kita miskin sekali. Kita bagaikan uang logam dengan satu sisi. Ya, kita akan dihargai oleh kolektor, oleh suatu kelompok yang terbatas. Kita bisa saja menjadi selebriti, tetapi kita tidak dapat merakyat. kita terjebak ke dalam suatu perangkap. Gerak-gerik kita akan terbatas dalam satu lingkungan saja kita akan menjadi seorang penakut. Kita akan takut kehilangan lingkungan tertentu, karena hanya lingkungan itulah yang menghargai kita. Dunia kita menjadi begitu sempit, begitu terbatas. 

        Hal inilah yang terjadi pada mereka yang hidupnya dipenuhi oleh satu macam pengalaman saja. Hidupnya menjadi hambar, tanpa rasa; tidak ada warna dalam kehidupannya. Kita menjadi tumpul tidak ada lagi kepercayaan diri. Kita kehilangan kepercayaan diri. Kita akan percaya pada keberhasilan kita saja. hanya pada harta yang kita peroleh berkat keberhasilan kita; dan suatu saat dimana kita sangat membutuhkan keberhasilan, yang mengunjungi kita ternyata kegagalan. kita akan kecewa, gelisah, putus asa, mungkin menjadi gila. kita jatuh dan sulit sekali untuk bangkit kembali. 

        Nikmatilah keberhasilan kita, tetapi jangan mempercayainya. keberhasilan kita bersifat sementara, begitu pula kegagalan kita. Terimalah kegagalan kita, sebagaimana kita telah menerima keberhasilan kita. 

        Ingat akan satu hal, hanya lewat stress yang berat, kita akan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi. hanya saat-saat penderitaan, kita akan mulai menghargai kebahagiaan. Hanya pada saat lapar kita akan benar-benar menikmati makanan. Sebelum lapar benar, ya apabila dipaksa, kita bisa saja makan, tetapi kita akan merasa mual dan muak. Makanan yang berlebihan tidak dapat dicerna, bahkan akan mengganggu kesehatan kita, kita sebenarnya hanya menjejali perut kita, tidak ada lagi rasa nikmat. ini sangat membahayakan kesehatan kita. Tapi saat kita lapar, sistem kita betul-betul siap menerima makanan. Pada saat itu, jika kita makan kita akan mampu menikmatinya, mencernanya, menyukainya. Cobala eksperimen ini!

        Penderitaan ibarat pengalaman kita pergi kesekolah untuk pertama kalinya. Mungkin diantara kita ini banyak yang akan masih ingat, betapa tidak enaknya pergi kesekolah, sewaktu kita masih kecil. Kita berusaha untuk menjauhinya. Satu hari alasannya sakit perut, hari lain sakit kepala. Kita akan berusaha mendapatkan alasan-alasan baru, sehingga kita tidak perlu masuk sekolah, bolos hari ini bolos hari itu, sekarang, baru kita menyadari bahwa tanpa sekolah tanpa pendidikan, kita tidak akan pernah mencapai tingkat sosial dimana saat ini kita berada. kita tidak dapat meraih gelar, mendapatkan pekerjaan-hidup kita akan tersia-sia.

        Kebahagiaan ibarat liburan sekolah. Nikmatilah liburan kita, lepaskan ketegangan, kecemasan dan segala macam jadwal pelajaran-rileks! namun jangan lupa, begitu selesai liburan, kita harus kembali masuk sekolah. Pahamilah hal ini dengan baik, dan kita akan mampu belajar tanpa air mata. Kita akan mampu menikmati sekolah kita, kita akan mampu membebaskan diri kita dari rasa sakit, rasa takut dan lain sebagainya. Yang dibutuhkan hanya sedikit pengalaman, tentang sekolah kehidupan ini.           

        Bekal Yang Tidak Akan Basi

        Begitu agungnya kehidupan ini! perjalanan hidup yang sedang kita tempuh ini tak pernah berakhir. kita membutuhkan koper perjalanan yang kuat, awet dan tidak aus karena waktu. "Kasih" adalah satu-satunya merek yang dapat diandalkan. Jangan memilih sesuatu yang lebih rendah mutu dan nilainya. Jangan menawar. Berapa pun harganya, belilah ! Berapa pun yang kita harus bayar, tetap masih murah. Kasih akan mewarnai perjalanan hidup kita dengan kepercayaan diri. Dengan kasih, perjalanan hidup kita akan lebih nyaman. 

        Dengan kasih, kini kita dapat menikmati dan merayakan kehidupan kita sambil menari, menyanyi dan bergembira ria !


          
         

        Lembayung Derita


        Desiran kehidupan yang menyakitkan membawa seorang bidadari jelita terjatuh ditengah padang kehidupan yang sangat luas; menebak langkah kakinya dan menghitung hingga tidak mampu lagi bersuara. Dalam pekatnya pikiran dan malam mencoba mengartikan seluruh derita yang dimiliki dengan kemampuannya yang saat ini terbatas. 

        Kembali wajah tertunduk dengan dalam- seakan wajah tidak lagi memiliki keberanian menantang sang rembulan, wajah itu penuh garis-garis kenistaan. Dengan lembut sang kalbu menggenggam pikiran sambil berucap rendah, dapatkah kau saat ini terdiam sejenak, pikiran, selama ini kau telah memberikan nikmat yang membara- nikmat yang tidak pernah habis hingga ketika semua ku sadari itu hanya menjauhkanku dari kebahagiaan. Pikiran diamlah sejenak-biarkan aku ibumu sang kabu memberikan sedikit kekuatan untuk tubuh ini-kau rasakan bagaimana menggigilnya kulit halus terkena goresan angin ? kau telah tahu betapa perihnya telapak kaki menginjak bara dan onak duri sampai semua tidak mungkin dirasakan ? 

        Bunda kalbu; aku pikiran hanya membawamu pada keinginan; aku mengertikan semua yang ada di dunia ini sebagai aku melihatnya. Sebaik apapun harap yang telah kau utaran aku hanya bisa mengabaikannya, bukan untukku semua ini. Lihatlah saat ini tubuh kulihat tanpa busana indah-penuh robekkan dan sebagaian kulitnya telah memerah karena sang mentari merabanya. Kulihat sebagian tubuh itu masih mengharapkan dirimu kabu-sebagian lagi telah aku hancurkan dengan segala tipu muslihatku; namun kini aku mengerti semua ini satu adanya-ragamu oh sang bidadari tidaklah secantik kelahiranmu- namun tidaklah sia-sia semua yang telah kau lakukan karena aku telah memberikan dirimu pengetahuan untuk lepas dari semua ini, bidadariku sayang kembalilah bangkit-dan bunda kalbu aku akan berteriak lantang pada rasa malu yang telah lama tertidur dan akupun akan berkata keras pada kepedihan untuk tidak lagi menyaksikan kembang nafsu yang tertidur lama di atas tubuh ini. Kalbu harapmu akan menjadi pelta bagi raga yang telah lama dijamah sang kala; tuntaskan seluruh permaianan jemarinya yang telah membuat raga tidak lagi memiliki keharuman karena tetesan air liur yang tidak lagi mampu ku hapuskan