Selasa, 19 April 2011

Wanita Bernafsu Seks Besar

Cewek atau wanita bernafsu seks besar tidak bisa dilihat dari fisik, seperti alis bentuk payudara, bentuk punggung ataupun kemampuan seksnya di ranjang. Karena hal ini berhubungan dengan sifat dan pembawaan psikis. Sehingga tidak tepat dengan menilai bahwa wanita yang memiliki payudara besar pastilah memilki nafsu yang juga besar.
Karena merupakan pembawaan psikis, tentu kita harus melihatnya dari segi prilaku yang menjadi tanda-tanda kebiasaannya. Meski hal ini tidak bisa dikatakan 100 persen benar tapi paling tidak dapat menjadi acuan bla anda menyukai wanita yang memiliki gairah seks yang besar.
  • Mampu Mengobarkan Gairah Seks Sendiri
Wanita jenis ini mampu mengobarkan api asmaranya sendiri tanpa lama-lama menunggu dirangsang pria. Survei menunjukkan wanita jenis ini mampu berfantasi yang mengundang gairah. Misalkan, mengandaikan diri telanjang atau setengah telanjang di tempat umum atau di mana saja, sehingga mata lelaki menjadi jelalatan atau penasaran.



  • Tubuhku Istana Kenikmatanku
Slogan ini merupakan keyakinan diri wanita jenis ini. Ia memandang dirinya sebagai tambang kenikmatan. Bilamana pria tidak atau kurang mampu memuaskan, ia akan membimbing menunjukkan tempat-tempat yang harus dirangsang dan dioptimalkan. Misalnya menunjukkan tempat G-spot. Bahkan ia suka mengambil inisiatif .
  • Akulah Dewi Seks
Dengan pengakuan sebagai Dewi Seks, ia suka striptis atau tarian erotis di depan pria sebelum hubungan intim. Ia mau melakukan apa saja demi kepuasan bersama. Terkadang ia mengelabuhi sesuatu yang pada akhirnya ingin hubungan intim dengan pria. Ia suka pura-pura meminta sesuatu tetapi tersirat ajakan hubungan intim.

  • Memberikan Desahan Erotis
Biasanya suka menjerit atau teriak ketika dirangsang. Ia pun tidak segan-segan mendesah sambil minta dicium organnya. Misal, payu dara, kaki, leher, telinga, dll. Ekspresi erotis banyak diungkapkan oleh tipe wanita ini.

  • Berorientasi Pada Proses Menuju Orgasme
Biasanya wanita tipe ini tidak berorientasi pada orgasme, tetapi pada proses menuju Orgasme. Wanita yang berupaya semaksimal mungkin mencapai titik klimaks, tidak menganggap orgasme sebagai bonus. Ia beranggapan rangkaian menuju orgasme penuh dengan kenikmatan dan keasyikan. Orgasme atau tidak sebenarnya tergantung pada keyakinan wanita sendiri. Dengan beranggapan dan yakin akan orgasme, maka apa pun rangkaian hubungan intim akan membuahkan orgasme.

  • Punya Resep Khas Merangsang Pria
Sebagian besar wanita tahu bahwa cara menyenangkan dan memuaskan pria adalah langsung memberikan rangsangan ke area bawah pusar. Namun sebagian wanita punya resep khusus selain itu. Misalnya, menciumi tengkuk pria atau cara lain yang bisa membakar gairah pria.

  • Tahu Apa Yang Pria Mau
Selain memberikan servis yang memuaskan, wanita jenis ini tahu apa yang diinginkan pria pasangannya. Terkadang sebagian pria tidak mendambakan yang aneh-aneh, tetapi cukup di-karaoke saja. Dengan penguasaan teknik oral sex, wanita jenis ini mampu memberikan sensasi kenikmatan hubungan intim yang luar biasa. Ia tak segan-segan memenuhi segala keinginan pria.

  • Suka Bereksperimen Posisi dan Jenis Foreplay
Meluangkan waktu untuk bereksperimen dengan posisi baru dan foreplay baru merupakan kesukaan wanita jenis ini. Selain menemukan kenikmatan baru, jiwa petualang bisa terakomodasi.

  • Selalu Membuat Hubungan Intim Penuh Gairah dan Penuh Nuansa Baru
Wanita tipe ini selalu memberikan gairah baru dan nuansa baru dalam hubungan intim. Adakalanya ia mencari inspirasi dengan menyewa video blue agar gairah seks bertambah. Bilamana gairah menurun, ada saja siasat yang dimiliki wanita ini. Misal, hubungan intim di tempat baru, foreplay dengan aneka variasi baru, membaca majalah “HOT”, dll.

  • Menggairahkan Setiap Saat
Wanita model ini rela bangun lebih pagi guna mempersiapkan diri lebih menggairahkan. Misal, pagi-pagi sudah mandi sehingga badan sudah bersih, wangi, dan menggairahkan. Hubungan intim pagi hari pun siap dilakukan jika memang dikehendaki. Pria pun tidak enggan atau sungkan. Wanita ini sepanjang siang dan malam selalu tampak menggairahkan. Ia pun suka merayu pasangan seakan baru pertama kali.

  • Seks Merupakan Prioritas Utama
Wanita tipe ini tidak pernah enggan atau menolak hubungan intim. Tidak ada kata-kata, “Saya sedang capai,” ataupun ungkapan lain yang senada. Ia tahu bahwa seks merupakan obat pertama sebagai penawar capai, stress, enggan, dll. Meskipun sedang ogah-ogahan melayani suami, wanita jenis ini mampu mengatasinya dengan baik dan memberikan pelayanan yang memuaskan. Keengganan dapat diubah menjadi kenikmatan.

Dasa Aksara

Dasa Aksara yang merupakan 10 hurup suci sumber kekuatan alam

Om Awoignam Astu Namo Siddham
Semoga tiada halangan.

Ini merupakan wejangan yang teramat mulia, diceritakan dalam setiap tubuh manusia terdapat hurup – urup yang sangat disucikan, diceritakan pula bahwa Dewa - dewa dari hurup suci tersebut bersatu menjadi sang hyang ‘dasa aksara’. Dasa aksara merupakan sepuluh hurup utama dalam alam ini yang merupakan simbol dari penguasa alam jagat raya. Dari sepuluh hurup bersatu menjadi panca brahma (lima hurup suci untuk menciptakan dan menghancurkan), panca brahma menjadi tri aksara(tiga hurup), tri aksara menjadi eka aksara (satu hurup). Ini hurupnya: “OM”. Bila sudah hafal dengan pengucapan hurup suci tersebut agar selalu di ingat dan diresapi, karena ini merupakan sumber dari kekuatan alam semesta yang terletak didalam tubuh kita (bhuana alit) ataupun dalam jagat raya ini (bhuana agung) .

Begini caranya menyatukan ataupun menempatkan sang hyang dasa aksara dalam badan ini.

Yang pertama Sang Hyang Sandhi Reka yang terletak dalam badan kita ini. Beliau bertapa-beryoga sehingga beliau menjelma menjadi Sang Hyang Eka Jala Resi. Sang Hyang Eka Jala Rsi beryoga muncul Sang Hyang Ketu dan Sang Hyang Rau. Sang hyang Rau menciptakan kala (waktu), kegelapan, niat (jahat yang sangat banyak, sedangkan sang hyang ketu menciptakan tiga aksara yang sangat berguna, diantaranya wreasta (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga, ba, nga, pa, ja, ya, nya), beserta swalalita dan modre. Sehingga jumlah hurupnya adalah dua puluh hurup. Aksara modre bersatu dengan sembilan hurup wreasta yaitu dari ha –wa, yang kemudian disebut dasa sita. Aksara swalelita, bersatu dengan sembilan hurup wreasta lainnya yaitu dari la – nya, yang kemudian disebut ‘dasa sila’ dan ‘dasa bayu’. Bertemu ketiga induk dari aksara suci tersebut; dasa sita, dasa sila, dasa bayu menjadi ‘dasa aksara’.

begini cara menempatkan sang hyang dasa aksara didalam badan;
  1. SA ditempatkan di jantung,
  2. BA ditempatkan di hati,
  3. TAditempatkan di kambung,
  4. A ditempatkan di empedu,
  5. I ditempatkan di dasar hati,
  6. NA ditempatkan di paru - paru,
  7. MA ditempatkan di usus halus,
  8. SI ditempatkan di ginjal,
  9. WA ditempatkan di pancreas,
  10. YA ditempatkan di ujung hati.

Dasa aksara diringkas menjadi panca brahma (sa, ba, ta, a, i). panca brahma diringkas menjadi tri aksara (a, u, ma). Setelah itu baru turun arda candra (bulan sabit), windu (lingkaran) dan nada (titik). Baru boleh di ucapkan sang, bang, tang, ang, ing, nang, mang, sing, wang, yang.

Lafalkan aksara tersebut lalu letakkan dalam tubuh kita dan alam semesta. Ini rangkuman intisari dari sastra yang berjumlah lima hurup, yang digunakan untuk memuja tuhan, memanggil, menghaturkan persembahan, memohon anugrah dari Hyang Widi Wasa, diantaranya:
  • Mantra untuk memuja Tuhan, Mang Ang Ong Ung Yang.
  • Mantra untuk memanggil agar tuhan berkenan hadir, Ang Ong Ung Yang Mang 
  • Mantra untuk mempersembahan sesajen jamuan dari kita, Ong Ung Yang Mang Ang 
  • Mantra untuk memohon anugrah dari tuhan YME, Ung Yang Mang Ang Ong
Yang disebut panca tirta, adalah sebagai berikut:
  1. Sang sebagai tirta sanjiwani, untuk pangelukatan (membersihkan).
  2. Bang sebagai tirta kamandalu, untuk pangeleburan (menghancurkan).
  3. Tang merupakan tirta kundalini, utuk pemunah (menghilangkan).
  4. Ang merupakan tirta mahatirta, untuk kasidian (agar sakti).
  5. Ing merupakan tirta pawitra, untuk pangesengan (membakar).
Ini yang dikatakan panca brahma, berada dalam diri manusia. Ini aksaranya;
  • Nang disimpan di suara.
  • Mang disimpan di tenaga
  • Sing disimpan di hati/perasaan
  • Wang disimpan di pikiran
  • Yang disimpan di nafas.
Kemudian balikkan hurup tersebut:
  • Yang disimpan di jiwa
  • Wang disimpan di guna/aura
  • Sing disimpan di pangkal tenggorokan
  • Mang disimpan di lidah
  • Nang disimpan di mulut
Ini menyimpan Rwa bhineda (dua sisi dunia), ini suaranya; Ong Ung.
  • Ong di hati putih, ung di hati hitam.
  • Ung di empedu, ong di pankreas.
  • Ong di dubur, ung di usus.
Ini suara inti sari; ekam evam dwityam Brahman, disebut ONG. 
Berupa api rwa bhineda Ang, berupa air rwa bineda Ah.
dasar mantra antuk tri aksara; Mang Ang Ung
kemulan mantra; Ang Ung Mang
pengastiti widhi dewa bethara; Ung Mang Ang
iki pengeraksa jiwa antuk catur aksara; Mang Ang Ung Ong
pengundang bhuta dengen antuk kahuripan; Ang Ung Ong Mang
pemageh bayu ring raga antuk catur resi; Ung Ong Mang Ang
pangemit bayu antuk catur dewati; Ong Mang Ang Ung

ini pertemuan sastra yang delapan belas (wreastra) , bertemu ujung dengan pengkalnya menjadi dasa aksara, diantaranya;
  1. ha – nya menjadi sang
  2. na – ya menjadi nang
  3. ca – ja menjadi bang
  4. ra – pa menjadi mang
  5. ka – nga menjadi tang
  6. da – ba menjadi sing
  7. ta – ga menjadi ang
  8. sa – ma menjadi wang
  9. wa – la menjadi ing, yang
Ini merupakan maksud/arti dari sastra wreastra, dibaca dari belakang. diantaranya;
  • Nyaya, berarti sang Hyang Pasupati, tuhan
  • Japa, berarti sang hyang mantra,
  • Ngaba, berarti Sang Hyang guna,
  • Gama, berarti kekal, abadi,
  • Lawa, berarti manusia
  • Sata, berarti hewan dan binatang
  • Daka, berarti pendeta, nabi, orang suci
  • Raca, berarti tumbuhan
  • Naha, berarti moksa, nirvana
Demikianlah sastra yang ada di alam ini yang berada juga didalam tubuh kita. Jagalah kesucian dan keseimbangan dari hurup suci tersebut. Semoga setelah membaca dan meresapi sastra ini, dunia ini akan menjadi semakin sejahtera.

Minggu, 17 April 2011

HARI GINI; PIKIRAN POSITIF ?

Mengapa kehidupan belum berpihak kepada ku ?
Hal ini menjadi pertanyaan yang tidak pernah kita inginkan; pertanyaan ini merupakan spontanitas daripada angan-angan yang belum sampai pada yang menjadi keinginan. Saat kita dalam angan-angan mengaharapkan sesuatu berjalan dengan baik maka kita mulai beranggapan bahwa nasib sedang baik dan merupakan keberhasilan dalam sistem yang diterapkan dan sudah tentu sebagai mahluk beragama terucaplah rasa syukur plus senyum siap saji yang terpampang di wajah. Namun apabila semua anggapan itu diluar dari yang kita inginkan dan tujuannya pun belum tercapai seluruh energi terperas untuk membuat dalil atas semua yang terjadi; dan ajaibnya berujung pula dengan kata syukur serta mencoba membuat pikiran positif; dengan tindakan itu; tanpa sadar kita menekan perasaan dengan dalil pikiran positif, mencoba menutupi kata hati yang tertahan oleh alur pikiran positif ?

Tiap Individu yang telah memaksakan pikiran menjadi positif dan negatif secara tidak langsung telah membungkam kata hati; menutup mulut hati yang ingin menyuarakan suara nurani; dan bisa saja suara nurani ingin berkata’ “ hai bukankah kau ingin menghardik ? ‘ koq ndak jadi ? ‘ hey bukankah kau ingin membentak ; koq ndak jadi ? ‘ tapi koq yang kena meja-tapi yang kena koq hati ku- aku jadi terluka oleh pikran mu; teriak kata hati. Tapi apakah kita peduli yang ternyata di dalam tubuh dalam satu ragapun setiap detik membuat konflik dan ini terjadi bertahun-tahun serta dengan jangka waktu yang sangat panjang.

Ahh, ini tulisan pasti ngaco deh ; mungkin itu yang terpikir saat anda memasuki lanjutan dari tulisan ini; Khan sudah semestinya berpikiran positif-khan ? khan sudah seharusnya-positif thinking –kan ? koq ini di bilang ndak pantas ? lalu yang pantas itu yang mana ?

Pernah kah kita membuat keadaan positif; keadaan dimana kita tidak perlu memaksakan pikiran untuk positif; keadaan dimana kita dengan tulus menerima seluruh umpatan di dalam hati-keiklasan menerima segala kebencian kepada orang yang telah menipu – yang telah selingkuh-yang telah melakukan segala tindakan yang kita asumsikan negatif ?

Keadaan inilah yang belum kita ciptakan-keadaan ini bukan lagi segala hal yang kita “adakan” – bukanlah keadaan yang kita buat-buat; keadaan yang kita bawa keluar dari diri, keadaan dimana pelampiasan ada di luar diri – keadaan hanya dibatas panca indra yang masih enak kalau ada pemandangan indah- kita masih buat keadaan dimana sedang pijat plus-plus-keadaan dimana stress langsung bisa hilang saat nunggangi motor besar dan geberr motor keliling kampung ?

Setelah keadaan yang kita buat itu hilang; kitapun kembali akan memaksakan nurani untuk menerima setiap bentuk pikiran positif kembali, kembali kita terperosok dalam alur kisah pikiran positif dan segala atributnya dan kita lupa dalam otak yang kecil terdapat ribuan factory yang siap memproduksi serum untuk kita tetap bodoh; jutaan limbah akan dimasukkan kedalam hati nurani ?
Buatlah Keadaan positif itu di dalam dirimu; heninglah biarkan pikiran mengumpat-biarkan kemarahan meluap namun hatimu masih dalam ketenangan masih dalam keadaan positif; tidak lah memaksakan hati menerima pikiran positif. Inilah mengapa pertanyaan diatas atas “mengapa Kehidupan belum berpihak kepadaku “ akan menjadi” belum berpihak kepada- Mu-.” Karena kamu belum membuat keadaan positif dan siap atas segala beban pikiranmu serta seluruh tanggung jawab atas segala hasil usaha yang berwujud ataupun tidak berwujud.

BUATLAH KEADAAN POSITIF TANPA HARUS MENAHAN NURANI DAN JUGA MEMBELENGGU PIKARANMU DALAM ANGGAPAN-ANGGAPAN BARU UNTUK MEMBUAT PIKIRAN POSITIF.

Telisik Kata

AUM; Kaki Sani Adi Sani Tulungono Jiwo Rogoku Kang Suci
Hyang Pencipta - Hyang Pemelihara - Hyang Pelebur engkau dalam Jagat Kecilku Bantulah mensucikan Jiwa dan Ragaku.

(Sekenario Alama)
Senyap dan sepi sepanjang jalan yang tampak hanyalah kabut; sinar lampu tidak mampu menembus gelapnya malam; suara deru angin memekakkan telinga di ketinggian 3600 M. Waktu menunjukkan pukul 02.15 wib.

Apakah aku waras ? ini kata-kata yang selalu muncul di dalam pikiran.
Di ikuti dengan menggigilnya tubuh serta gosok-gosok tangan untuk menambah kehangatan; aku coba koneksi applikasi cuaca ternyata suhu menunjukkan 14 derajat Celcius; dan beberapa kali aku coba untuk menyadarkan diri diantara panasnya api unggun. terbersit dalam hati kecil-sebuah ucapan nurani- SANGKAN PARANING DUMADI-   

-SANGKAN PARANING DUMADI-
Kelahiranku ke dunia karena "sebab" karena "alasan" - ya- "cause" - segalanya kupandang ada sebab yang menghantarkannya- apapun itu sudahlah pasti masuk akal- aku ada di atas puncak gunung lawu ini pastilah ada alasan; dan bukan suatu alasan konyol- alasan yang dibuat-buat.

Akupun mengingat kembali sebelum menapaki lereng gunung terlihat seorang wanita yang sudah paruh baya menggendong kayu bakar yang jumlahnya sangat banyak -itupun karena suatu alasan- Dalam kesendirian seorang lelaki paruh baya berpakaian hitam dengan konsentrasi menyebutkan nama Tuhan dan berulang-ulang mengucapkan matram suci Hyang Tunggal- melengking dan lagi lirih "OM - OM - OM" terdengar dikesunyian- akupun merasakan itu ada alasan- dan dia ada bersila ditengah dingin malam -ada alasan- Sekeliling yang ada hanya gelap-apakah ini alasan ? - Sekeliling hanya ada tumpukan batu dan hamparan adelwiss biru -apakah ini alasan ? -Tumbuh- hidup dan mati dalam kemelekatan duniawi- sudahkah menemukan alasan yang tepat ?

Sontak aku ingat akan kedua orang tua yang melahirkanku- dan kebetulan mereka sangat jauh - sejauh aku memandang jalan yang telah aku lalui- aku merasakan mereka memiliki alasan yang kuat untuk menumbuhkan aku menjadi dewasa; hingga saat ini- ya suatu alasan kuat - dimana aku-kamu-kalian- tumbuh dan besar di tanah yang dipijak di langit yang dijunjung- namun yang korupsi - aku rasa bukan alasan kuat untuk menjadi kaya dalam materi- Tumbuh menjadi pembunuh-teroris-agamais murtad- pencopet birahi - penjilat tokek belang- semua itu aku rasa bukan alasan yang "tepat"untuk dapat dijadikan sebab kamu dilahirkan. 

Sangkan paraning dumadi mengetuk pintu tiap insan untuk kembali mencari alasan mengapa selama dalam kandungan kita tidak pernah mengingat apa yang terjadi dalam gua garba; apa yang ku lakukan di goa garba- semua hilang - semua musnah dalam moksanya pikiran-semua yang aku lalui dari menjadi sel telur dan aku di tunggangi sperma menjadi jentik dalam rahim- semua hilang- semua aku lupa- ini bukan tidak ada alasan, tentunya ini semua ada alasan yang tepat untuk menjawabnya; alasan mengapa aku tidak mau tahu apakah yang pertama kali terbentuk di rahim-yang manakah anggota tubuhku pertama kali terbentuk ? organ manakah yang pertama kali ada diantara seluruh organku? idraku yang mana yang pertama kali terbentuk dalam goa garba ?

- sangkan paraning dumadi- masih banyak yang menyisakan pertanyaan ?
Namun aku yakin semua alasan yang ada di dunia ini adalah tepat.